Yang ''mati'' dihidupkan

27 Agustus 2015
oleh: Thomas Dhani Eka Kurniawan

Pada bacaan Lukas (7:11-17) diceritakan bahwa Yesus melihat seorang janda yang anak semata wayangnya meninggal. Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Dia lalu menjamah pemuda itu dan memerintahkannya untuk bangun. Seketika hiduplah pemuda itu dan semua orang takjub melihatnya. Pada hari ini kita juga memperingati Santa Monika, dimana ia adalah ibu dari Santo Agustinus. Pada awalnya Agustinus juga ''mati'' dalam iman dan moralnya. Ibunya sangat sedih melihat perilaku anaknya, namun ia terus berharap dan berdoa pada Tuhan agar anaknya disadarkan. Tuhanpun mengabulkan doanya setelah pergumulan selama puluhan tahun. Akhirnya Agustinus menjadi orang kudus dan sampai wafatnya ia tetap setia pada Tuhan. Dari kedua kisah itu kita dapat melihat peranan seorang ibu untuk anaknya sangat penting. Kita mengenal kata bijak ''Di belakang setiap orang besar, selalu ada seorang ibu yg besar''. Ini menjadi nyata bila kita ingat-ingat perjuangan ibu kita masing-masing. Tentunya telah banyak pengorbanan yang dilakukan beliau untuk kita, anak-anaknya. Seorang ibu tidak akan pernah berhenti untuk mendoakan anaknya supaya senantiasa berhasil dalam pendidikannya, maupun dalam pekerjaannya. Mari kita doakan semua orangtua supaya senantiasa selalu bijak dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya. Selalu diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi anak-anak mereka yg belum berbakti. Bagi para orang tua yang jiwanya masih berada di dalam api penyucian, semoga lekas mendapat belas kasih Tuhan agar dapat merasakan keabadian di surga.