Pembaharuan Diri

26 Agustus 2015
oleh: Thomas Dhani Eka Kurniawan

Bacaan Matius 23:27-32
Bacaan hari ini menceritakan kritikan Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat, karena mereka menyimpan kepalsuan dalam dirinya. Dalam hidup kita sehari-hari kita tentu pernah berjumpa dengan orang yang baru dikenal. Ada kesan yg diberikan ketika awal berkenalan, kita mungkin akan disapa dengan ramah dan disambut dengan hangat. Setelah lama berteman dan semakin akrab kita bisa melihat sisi positif atau negatif yang ada pada orang itu. Dalam bacaan, Yesus juga menyoroti tentang ketulusan dan kemunafikan. Orang Farisi dan ahli Taurat begitu mahir menjelaskan tentang ajaran dan aturan, namun mereka sendiri tidak melaksanakan ajaran yang utama yakni ''kasih''. Di hadapan suami,istri,teman, ataupun orang lain, kita mungkin bisa menutupi kemunafikan, kebohongan, perbuatan licik maupun kesalahan yang kita lakukan, tetapi di hadapan Tuhan semua itu nampak jelas. Melalui suara hati atau hati nurani, kita sebenarnya selalu di kritik oleh Tuhan, namun kita sering tidak mengindahkannya, bahkan kita lebih mudah melakukan perbuatan yang tidak baik daripada mengingat akhir hidup kita. Semoga dengan kritikan Tuhan yang selalu dibisikkan di dalam hati kita mampu kita dengarkan sehingga kita sadar dan berbalik pada kebenaran. Kita harus berani mengoreksi diri dan memperbaikinya serta menanggung resiko atas kesalahan yang kita perbuat. Mari, apakah kita hanya pandai memberi nasehat, atau benar-benar melakukannya?