Alasan untuk percaya

22 Agustus 2015
oleh: Thomas Dhani Eka Kurniawan

Pada bacaan Yoh 6:60-69 kita diajarkan untuk percaya pada Tuhan. Para murid yg mendengarkan pengajaran Yesus tentang roti hidup mulai ragu-ragu akan keselamatan yang ditawarkan Yesus. Banyak murid akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Ada sebuah kisah, seorang anak yang ditemani ayahnya sedang berjalan-jalan di taman, saat melintasi sebuah rumah di sana terdapat seekor anjing yang sedang asyik memainkan benda yang ada dimulutnya. Saat anak itu melintas, perhatian si anjing tertuju pada anak itu. Anak itu menjadi takut, tetapi ayahnya berkata ''Ayo nak, jangan takut, kembali berjalan'', kata ayahnya yang melihat anak itu berhenti karena ketakutan. Kemudian anak itu melanjutkan lagi langkahnya, tetapi si anjing justru semakin mendekatinya. Si anak kembali berhenti dan bilang kepada ayahnya ''Ayah, aku takut!!". Dengan nada meyakinkan ayahnya menjawab, ''Nak, jangan takut ada ayah di sini''. Lalu ayahnya menggandeng tangan anaknya dan mengajaknya untuk berjalan kembali. Tetapi si anjing semakin dekat bahkan mengikutinya. Maka anak itu mulai ketakutan dan menangis minta digendong. Akhirnya anak itu digendong oleh ayahnya dan sambil menghibur anaknya, ia berkata, "Nak kenapa kamu takut? Kan ada ayah di sini. Kamu tidak perlu takut. Ayah tidak akan membiarkan anjing itu menggigitmu".

Dari kisah di atas kita bisa belajar bahwa kadang kita juga kurang percaya atas penyertaan Tuhan. Kita sering pesimis jika dihadapkan dengan kesulitan-kesulitan hidup. Kita diharapkan senantiasa percaya pada perlindungan dan penyertaan Tuhan atas karya-karya kita. Selalu ada harapan bila kita menyandarkan diri pada bantuanNya. Tuhan, sekalipun bumi berlalu dan matahari tak bersinar lagi, ajarkan kami untuk tetap percaya hanya kepadaMu, sekalipun kami tidak melihat alasan untuk itu.