Renungan Membantu Meniti Kehidupan

09 November 2015
oleh: Thomas Dhani Eka Kurniawan

Oleh Emanuel Astokodatu

Doa adalah komunikasi antara kita dengan Tuhan. Setiap doa yaitu doa pribadi tentu tak akan ada yang sama seorang dengan yang lain. Kecuali doa bersama resmi agama yang sudah dibakukan untuk doa bersama. Tulisan ini diharapkan bisa memberi saran atau acuan renungan sesuai dengan bacaan Injil atau bacaan pertama dan kedua pada misa harian. Maka sebelum kita merenungkan, kita harus sepakat dan sepaham dahulu beberapa istilah yang dipakai. Renungan adalah “segala upaya untuk menyadari, memahami, mendalami topic atau apa yang diberikan oleh Tuhan lewat penyaji/sajian/bacaan, untuk dilaksanakan atau dipergunakan dalam kehidupan.” Oleh sebab itu Renungan harus dimulai dari semenjak kita bangun pagi dengan Doa syukur Pagi, merencanakan target kerja keseharian sambil merenungkan apa pesan dan perintah Tuhan bagi kita untuk hari ini. Renungan dalam arti kesadaran hidup dalam garis perintah Tuhan, perlu terus dihayati sepanjang hari. Hal ini perlu dilatih tiada henti “kesadaran diri hidup bersama Tuhan dan dengan sesama ciptaan Tuhan yang beraneka ragamnya”.

Sebagai contoh : Seorang Bapak Tani, bangun pagi. Doa pagi dengan Doa Bapa Kami dan Salam Maria. Lalu diucapkan “Selamat Pagi Yesus, hari ini saya tidak bisa ikut Misa, saya harus segera menjaga air untuk tanaman sawah saya pagi-pagi benar”. Tetapi dia masih sempat membaca Injil dan diambil dari bacaan hari itu yang ada dikalender Gereja Hati Kudus Ganjuran. “Terima kasih Tuhan itu pesanMu bagiku untuk hari ini. Saya akan berusaha ingat pesanMu itu Amin”. Berangkatlah dia kesawah…….

Sebagai contoh : Seorang Bapak pensiunan guru. Bangun pagi, mandi, kemudian berdoa. “Tuhan bersabdalah, hambaMu mendengarkan, Tuhan bersabdalah, hambaMu mendengarkan”. Diulang-ulang. “Ya Tuhan biarkan aku nanti boleh membantu anak kami menjaga cucu kami. Biarkan aku nanti siang menyelesaikan tugas kerja bakti di dusun kami. Tuhan bersabdalah, hambamu mendengarkan”. Sebelum tidur dua orang bapak itu dengan damai menutup harinya dengan penuh syukur. Renungan paginya ternyata terlaksana dengan penuh berkat kelancaran dan keselamatan. Maka sejatinya hasil akhir dari permenungan adalah sebuah aksi nyata, bagaimana kita mengaplikasikan firman Tuhan di dalam keseharian kita, bisa melalui hal-hal yang sederhana.

Bacaan harian tanggal : 09-11-2015, Pesta Pemberkatan Basilik Lateran Roma dengan 3 bacaan :

1. Yeh, 47, 1,2, 8,9,12. Maz. 46, 2,3,5,6,8,9.

2. 1.Kor.3,9b-11, 16,17.

3. Yo, 2, 13-22. Ad 1.

Dari baik Allah mengalir air yang menghidupkan. Allah itu tempat perlindungan, tidak perlu kita takut. Karya Allah menyelamatkan dan mendamaikan. Ad 2. Manusia dunia yang penuh iri dan peselisihan Manusia itu bait Suci disana Roh Kudus bersemayam. Roh Allah diam didalam kamu. Ad 3. Yesus mengusir pedagang dari Bait Suci Yerusalem : a. Kepedulian Yesus, dan kemarahan Yesus b. Nas Kitab Suci c. Tuntutan “pejabat Kenisah” d. Jawaban Yesus.