Pengharapan yang tak pernah usai

31 Agustus 2015
oleh: Thomas Dhani Eka Kurniawan

Bacaan Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika 4:13-17 "Mereka yang meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama Yesus".

Tadi siang, saya pergi ke kamar jenazah di rumah sakit tempat saya bekerja untuk suatu keperluan. Kebetulan di situ ada keluarga yang sedang berduka karena salah satu dari keluarga mereka ada yang meninggal. Mereka tampak sedih dan beberapa orang menangis, beberapa lagi mencoba tegar dan mengajak bicara orang yang meninggal tersebut seakan akan ia masih hidup dan mendengarkannya.

Kita sebagai orang Katolik tentu jangan sampai lupa bahwa Yesus telah menjamin kehidupan kekal setelah kematian. Berkat wafat dan kebangkitanNya, kita diperkenankan untuk ikut merasakan keabadian kelak setelah meninggal. Mungkin bagi sebagian orang meninggal itu menakutkan dan merupakan akhir dari segalanya. Mereka tidak akan berjumpa lagi dengan orang yang meninggal itu, tidak bisa ngobrol lagi, tidak bisa tertawa bersama lagi dan lain-lain. Tetapi jika kita ingat pesan Yesus yang telah mempersiapkan tempat bagi kita dengan berkata ''Di rumah BapaKu masih banyak tempat", membuat kita harus selalu percaya dan terus memiliki pengharapan bahwa kita akan ikut merasakan kehidupan kekal seperti Yesus dan bersama dengan Dia.

Maka bukan 'selamat tinggal' yang harus kita ucapkan kepada keluarga/saudara/teman dan orang-orang yang kita kasihi saat meninggal akan tetapi 'sampai jumpa' karena pada akhirnya kita pun akan meninggal dan dengan iman kita, kita percaya akan bertemu dengan keluarga/saudara/teman dan orang-orang yang kita kasihi itu.