Misa Hari Orang Sakit Se-dunia

Sekitar 2000-an umat Paroki HKTY Ganjuran dan dari luar paroki Ganjuran memperingati Hari Orang Sakit Sedunia di HKTY Gereja Paroki HKTY Ganjuran. Misa ini dihadiri sejumlah orang sakit, lansia dan keluarganya. Beberapa orang sakit duduk di kursi roda.Perayaan Misa Ekaristi Peringatan HOS ke dengan tema “Kamu Memperoleh dengan Cuma-Cuma, Berikanlah Pula dengan dengan Cuma-Cuma”. Misa HOS dipimpin oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr (Romo Paroki HKTY, Ganjuran) sebagai selebran utama didampingi romo-romo tamu dari luar paroki HKTY, Ganjuran yang ikut berpartisipasi dalam Misa HOS, Minggu 17 Februari 2019.


Peringatan HOS oleh gereja Katolik diperingati setiap tanggal 11 Februari yang bertepatan dengan penampakan Bunda Maria di Lourdes kepada Santa Bernadet. Di Gereja Paroki HKTY, Ganjuran peringatan HOS diperingati hari Minggu berikutnya. Misa Peringatan HOS dilaksanakan dengan misa inkulturasi budaya Jawa, ini terlihat dari para petugas misa dan romo mengenakan busana Jawa dan lagu dengan diiringi gending/musik gamelan Jawa. Di sekitar tempat duduk umat juga terlihat bokor-bokor yang berisi air suci.


Di dalam misa ini diberikan Pengurapan Minyak Suci kepada orang sakit dan lansia. Mereka menerima dengan antusias dengan penuh sukacita. Bahkan banyak umat lain pun (orang sehat)  turut memohon Pengurapan Minyak Suci.


Romo Utomo dalam homilinya yang pada 17 Februari ini merayakan HUT yang ke-90 tahun. Romo Utomo mengatakan bahwa hari orang sakit bertepatan dengan penampakan Bunda Maria yang ke-9 kali di Lourdes kepada Santa Bernadet. Di sini Santa Bernadet mengajak kita untuk minum dan membasuh diri dengan air Lourdes dengan rendah hati dan penuh kasih dan pasrah pada Hati Kudus Tuhan Yesus. Bukan banyaknya air, yang penting SETETES AIR LOURDES sudah cukup.Santa Bernadet selain mengalami penampakan Bunda Maria, juga pergi untuk menerima Sakramen Tobat. Para peziarah ke Candi HKTY juga dianjurkan berbuat seperti itu.


Setelah misa HOS selesai umat diajak untuk bersantap bubur yang telah disediakan oleh umat dari lingkungan-lingkungan . Dan ada acara donor darah, tusuk jarum, dan tes tensi. Romo-romo dan umat ikut berpartisipasi untuk menyumbang darah bagi sesame yang membutuhkan.