OMK Paroki Ganjuran Tidak Mlempem-Anjang Sana OMK di Kanutan

26 September 2015
oleh: karisma
share

Benarkah Orang Muda Katolik Paroki Ganjuran mlempem dan tidak hidup? Benarkah orang muda di Ganjuran tidak peduli dengan kegiatan di Paroki dan lebih memilih aktif di lingkungan atau wilayahnya saja? Pertanyaan-pertanyaan kritis tersebut terjawab melalui kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Ganjuran pada 13 September yang lalu. Puluhan orang muda dari berbagai wilayah datang dan berdinamika bersama dalam anjang sana OMK Ganjuran di wilayah Kanutan.

Masih ada sejumlah pihak yang merasa bahwa Orang Muda Katolik paroki Ganjuran belum menunjukkan eksistensinya alias masih mlempem atau tidak terlihat. Ada pula yang menilai bahwa OMK Ganjuran hanya terdiri dari segelintir orang muda saja dan sebagian besar lebih memilih berkumpul dan aktif di lingkungan atau wilayahnya saja. Pandangan tersebut dapat dipahami mengingat beberapa tahun sebelumnya orang muda di paroki Ganjuran sempat mengalami krisis dengan tidak adanya kegiatan serta kepengurusan yang yang jelas.

Pandangan negatif tersebut akan terjawab dengan melihat antusias dan keceriaan OMK Ganjuran yang berkumpul bersama dalam acara anjang sana OMK Paroki Ganjuran di wilayah Kanutan. Puluhan orang muda dari berbagai lingkungan bersama-sama mengikuti acara yang digawangi OMK Santo Stevanus wilayah Kanutan. Acara anjang sana yang bertempat di Gua Maria Altonia Kanutan tersebut dibungkus dengan kemasan "barbeque night." Panitia yang merupakan orang muda katolik wilayah Kanutan mengambil tempat anjang sana OMK di Gua Maria Altonia Kanutan yang merupakan tempat berdoa dan berkumpul umat wilayah Kanutan dan sekitarnya karena tempat tersebut merupakan Gua Maria kebanggaan umat setempat.

Selain dihadiri oleh orang-orang muda Paroki Ganjuran, acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Ketua Wilayah Kanutan. Dalam sambutannya, Bapak Purnomo selaku Ketua Wilayah Kanutan merasa bangga dengan OMK Paroki Ganjuran yang semakin hari semakin hidup dengan semakin banyaknya kegiatan. "Saya senang sekali melihat orang muda dari berbagai lingkungan datang dalam anjang sana di Wilayah Kanutan ini, semoga anjang sana ini nantinya dapat berkembang menjadi anjang sana antar Paroki," ungkapnya di awal acara. Acara malam itu semakin hangat dengan permainan-permainan yang dipersiapkan panitia dan diakhiri dengan acara bakar sate bersama.

Pada kesempatan yang berbeda Romo Yohanes Krismanto, Pastor Paroki Ganjuran mengungkapkan bahwa mimpinya adalah di antara orang muda Paroki Ganjuran dapat saling menjadi pembimbing satu sama lain. "Ketika OMK dapat menjadi pembimbing remaja katolik (PIR), remaja mendampingi misdinar dan misdinar mendampingi PIA pasti keberlangsungan orang muda di Paroki Ganjuran dapat terus berkesinambungan," ungkap Romo Krismanto. Tidak dipungkiri bahwa belum semua OMK lingkungan ikut terlibat aktif dalam kegiatan OMK Paroki Ganjuran. Dalam kegiatan-kegiatan OMK sebelumnya, banyak orang muda yang masih enggan untuk menjadi aktifis di Paroki dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan OMK Paroki. "Sebenarnya orang muda di Paroki Ganjuran besar jumlahnya, hanya saja saat tidak difasilitasi dengan acara-acara orang muda seperti anjang sana ini mereka tidak mau muncul. Maka, kepengurusan OMK Paroki Ganjuran akan terus mengusahakan acara-acara yang melibatkan OMK di lingkungan-lingkungan yang jarang terlihat. Harapannya adalah dengan acara-acara tersebut semakin banyak OMK lingkungan yang turut aktif dalam OMK Paroki sehingga OMK Ganjuran semakin hidup dan semakin gayeng," ungkap Indantoko, ketua OMK Paroki Ganjuran.