Ekaristi Syukur 91 Tahun Gereja Ganjuran-Melanjutkan Estafet Iman

25 Agustus 2015
oleh: karisma
share

Hiruk pikuk di mandala Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran begitu terasa pada hari Sabtu, 22 Agustus yang lalu. Panggung dengan dekorasi yang menawan telah terpasang di pelataran gereja Ganjuran. Begitu pula yang terjadi di candi Hati Kudus Tuhan Yesus yang terlihat lebih indah dengan tatanan lampu serta lentera yang mengundang setiap peziarah dan umat untuk mengikuti Perayaan Ekaristi di sana.

Ekaristi Sabtu sore saat itu memang dikhususkan sebagai Ekaristi Puncak Syukur atas 91 tahun usia Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran yang dilanjutkan perayaan pesta umat di pelataran gereja. Ekaristi yang dipersiapkan oleh orang muda katolik Paroki Ganjuran ini sengaja mengambil tempat di pelataran candi untuk semakin mendukung permenungan setiap umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi ini. "Kali ini kita merayakan Ekaristi kudus di pelataran candi ini juga untuk mengenangkan saat-saat setelah gempa terjadi beberapa tahun lalu sehingga kita semua merayakan Ekaristi di gereja darurat di depan candi ini juga," jelas Romo Herman yang menjadi selebran utama dalam perayaan Ekaristi tersebut.

Sebelum perayaan Ekaristi dimulai, tempat duduk yang disediakan terlihat sudah penuh sesak oleh umat yang hendak mengikuti perayaan kudus tersebut sampai-sampai banyak umat yang harus duduk di tikar dan di gedung gereja sebelah timur. Perayaan Ekaristi konselebrasi dipimpin oleh Romo Herman serta Romo Krismanto yang merupakan pastor kepala dan pastor pembantu di Paroki Ganjuran. Dengan iringan chamber orkestra, kelompok paduan suara yang bertugas pada perayaan Ekaristi sore itu yang merupakan orang-orang muda semakin membangun suasana doa yang khusyuk serta penuh kemegahan. Selain itu, di awal perayaan Ekaristi, umat dibantu dalam permenungan dengan drama paraliturgi yang ditampilkan oleh umat Paroki Ganjuran bersama Frater Hendri. Drama tersebut menceritakan pergulatan orang muda paroki Ganjuran dalam kehidupan imannya yang justru ditentang oleh umat sepuh di Ganjuran. "Paroki Ganjuran yang sudah berusia 91 tahun yang merupakan usia yang tidak muda lagi, setiap umatnya harus memiliki semangat muda untuk tetap menjadi berkat bagai apa saja dan siapa saja," ungkap Frater Hendri dalam bagian akhir drama dan sekaligus menjadi kesimpulan dalam drama paraliturgi tersebut.

Dalam homilinya, Romo Herman menekankan arti penting estafet iman dalam setiap umat di Paroki Ganjuran. Orang muda dan umat pada umumnya harus bahu-membahu dalam semangat pelayanan dan kasih sehingga iman yang menjadi pegangan hidup setiap umat semakin lama semakin berakar, tumbuh dan berbuah. Di akhir perayaan Ekaristi dilakukan pemotongan tumpeng oleh Romo Herman yang diberikan kepada perwakilan orang muda Paroki Ganjuran sebagai simbol estafet iman yang harus dimiliki setiap umat Paroki Ganjuran. Setelah perayaan Ekaristi yang berjalan dengan lancar dan meriah tersebut diadakan pesta umat dan panggung hiburan di pelataran gereja yang terlebih dahulu dilangsungkan peresmian dibukanya pameran karya fotografi yang diselenggarakan oleh komunitas fotografi ganjuran di pendopo Ganjuran.